Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

Aku Bicara Perihal Cinta - Puisi Kahlil Gibran

Puisi Aku Bicara Perihal Cinta - Koleksi Puisi Kahlil Gibran. Mungkin bagi peminat puisi nama Khalil Gibran sudah tidak asing lagi. Bila berkata mengenai Khalil Gibran atau Hahlil Gibran, banyak kata-kata inspirasi dipetik menjadi ayat pemberi semangat
 
Aku Bicara Perihal Cinta - Puisi Kahlil Gibran

Gibran adalah seorang seniman, penulis dan penyair yang memiliki gaya Puisi Karya Khalil Gibran sungguh luar biasa. Tidak hairanlah Karya Kahlil Gibran sangat diminati diseluruh dunia. Mencintai Dirimu Dalam Diriku.

Aku Bicara Perihal Cinta

Aapabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan apabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara hujung-hujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Kerana sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula Dia kan merahmatimu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu,
dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia menghentam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahsia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun apabila dalam ketakutanmu,
kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu,
kalau kaututupi ketelanjanganmu,
dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua air matamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
kerana cinta telah cukup bagi cinta.

apabila kau mencintai kau takkan berkata,
TUHAN ada di dalam hatiku,
tapi sebaliknya, "Aku berada di dalam hati TUHAN".
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
apabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun apabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Puisi Aku Bicara Perihal Cinta oleh Kahlil Gibran

Koleksi Karya Kahlil Gibran merangkumi berbagai puisi, kata mutiara, buku, prosa. Gibran dilahirkan tanggal 6 Januari 1883 di Lebanon dan dia meninggal 10 April 1931 (usia 48 tahun) di New York City, Amerika Syarikat. Jika anda memiliki salinan puisi Kahlil Gibran, harap sudi kongsikan bersama di ruangan komen.




Puisi Cinta Seorang Programer Komputer | Seandainya Hatimu Sebuah System

Puisi Cinta Seorang Programer Komputer


Seandainya Hatimu Sebuah System


Puisi Cinta Seorang Programer Komputer | Love Poem


Seandainya hatimu sebuah System
Maka akan aku scan dirimu untuk mencari port yang terbuka
Agar tiada keraguan bila aku c:\> nc -l -o -v -e terus ke hatimu
Tapi, aku hanya berani Ping di kejauhan, disebalik Anonymous Proxy
Aku tidak berani! Adakah ini rasanya cinta
Atau aku memang sebenarnya pengecut..

Seandainya hatimu sebuah System
Ingin rasanya aku memanafaatkan vulnerabilitiesmu
Akan kuguna PHP Injection dan aku ls -la; find / -perm 777 -type d
Untuk kepastian jika di hatimu masih ada folder untuk diriku
Adakah masih ada Free Space bagiku?
Perlukah ku memasang Backdoor "Remote Connect-Back Shell"
Lalu hanya menunggu saja Connection darimu..

Seandainya hatimu sebuah system
Saat semua Request-ku diterima, akan ku terus ke Bugtraq
Untuk memastikan Bug terbarumu
Lalu aku akan Patch dan Patch berterusan, demi menjaga Service-mu agar tidak Crash
Aku akan menjadi Firewallmu, akan ku pasang Portsentry
Dan men Setting Error Page mu "The page cannot be found Coz Has Been Owned by Someone get out!"
Aku janji tidak akan ada lagi Malicious Program atau Hidden Service
Kerana aku sangat sayang dan mencintaimu

Seandainya hatimu sebuah System
Jangan pula ada kata "You dont have permission to access it" untuk aku
Jika tidak mahu di Ping Flood atau DDos Attack! jangan, aku merayu
Hanya kau dewi cintaku..

Seandainya hatimu sebuah System?
Tapi, sayang, hatimu bukanlah sebuah system
Kamu adalah dewi impianku, yang mengacaukan Systemku!
Suatu saat nanti, aku akan datang dan mengatakan; Kalau..
Di hatiku diserang Virus yang melalaikan
Pasti tiada Anti Virus lain yang mampu mengatasinya..
Melainkan dirimu.

Oleh: Anonymous Poet
Sumber: Anonymous Blog





Yang Muda Mengarut dan Yang Tua Melalut

Yang Muda Mengarut dan Yang Tua Melalut


Ilham Minda Lubuk Akal Tepian Ilmu Muncuit Rasa Mengulit Kata

Yang Muda Mengarut dan Yang Tua Melalut

 

Yang Muda Mengarut dan Yang Tua Melalut


Apabila beringat
mereka terselamat tetapi apabila terlupa
mereka terpedaya.

Jangan berpura-pura.
tahu nanti terlalai dan jangan berfoya
foya pandai nanti tergadai.

Kalau orang muda
mudah sekali mengarut maka orang tua
mudah sekali melalut.

Tidak semua
yang kita buat itu dapat dan tidak semua
yang kita dapat itu berkat.

Yang terpengaruh
mudah sekali disuruh dan yang terdorong mudah sekali terpesong.

Sumber Aram-Sriteratai ~ Koleksi Ilham Minda dan Monolog Inspirasi





Jika | A. Samad Said | Puisi Sajak

Sajak Jika merupakan karya A. Samad Said, yang dipetik dari antologi puisi Rindu Ibu.



Jika


Jika bukit menjadi gunung
Gunung menyuburi rimba
Jika sakit mendorong menung
Menung meransang dewasa
Lorong hidup banyak cabarnya

Jika rakit menjadi kapal
Kapal meningkat bahtera
Jika bangkit melawan gagal
Gagal membibit hemah
Landas hidup banyak tuahnya

Jika | A. Samad Said | Puisi Sajak
















Terlalu Setia Terpedaya | Terlalu Akur Tersungkur | Kata-kata Puisi

Kata-kata puisi oleh Aram Ilham Sri Teratai


Terlalu Setia Terpedaya | Terlalu Akur Tersungkur | Kata-kata Puisi

Terlalu Setia Terpedaya Terlalu Akur Tersungkur

Terlalu waswas akhirnya tewas,
terlalu bimbang akhirnya tumbang,
terlalu gelisah akhirnya kalah,
terlalu berkhayal akhirnya gagal.

Terlalu mengharap akhirnya tertiarap,
terlalu menyokong akhirnya terlelong,
terlalu memihak akhirnya terdesak,
terlalu mengikut akhirnya hanyut,
terlalu mengaku akhirnya tertipu.

Terlalu setia akhirnya terpedaya,
terlalu patuh akhirnya terjatuh,
terlalu  akur akhirnya tersungkur,
dterlalu taat akhirnya dikhianat.

~ Ilham Aram

Lagi Koleksi Seni Bahasa di ⇨ aram-sriteratai.blogspot.com
Dipetik dari ⇨ Poem Quote aram-sriteratai





Melayu | Puisi Sajak | Usman Awang

Puisi Melayu oleh Usman Awang


Melayu | Puisi Sajak | Usman Awang
















Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan

Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar,
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut,
Biar mati adat
Jangan mati anak.

Melayu di tanah Semenanjung luas maknanya:
Jawa itu Melayu,
Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut Melayu,
Minangkabau memang Melayu,
Keturunan Acheh adalah Melayu,
Jakun dan Sakai asli Melayu,
Arab dan Pakistani, semua Melayu
Mamak dan Malbari serap ke Melayu
Malah muaalaf bertakrif Melayu

Dalam sejarahnya
Melayu itu pengembara lautan
Melorongkan jalur sejarah zaman
Begitu luas daerah sempadan

Sayangnya kini segala kehilangan
Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara

Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal tanah sebidang mudah terjual
Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba.

Berbuahlah pisang tiga kali
Melayu itu masih bermimpi
Walaupun sudah mengenal universiti
Masih berdagang di rumah sendiri.

Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak.

Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing

Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan
Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan diulur sentiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut

Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan
Selagi yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan:

"Dagang lalu nasi ditanakkan
Suami pulang lapar tak makan
Kera di hutan disusu-susukan
Anak di pangkuan mati kebuluran"

Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkan tunduk tersipu-sipu?

Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;

Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;

Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan

Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka






Rahsia Jadi Pendiam Rahsia Jadi Pendendam | Kata-Kata Rahsia

Kata-Kata Rahsia  Quote Art
Rahsia Jadi Pendiam Rahsia Jadi Pendendam
Rahsia hilang suara, Rahsia datang cela.
Jangan terlalu berahsia nanti orang tak percaya dan jangan terlalu berahsia nanti orang tak suka.
Rahsia menjadikan kita tak selesa!
Rahsia menjadikan kita hilang suara dan rahsia menjadikan kita syak wasangka.
Kerana rahsia kita menjadi pendiam!
Kerana rahsia kita menjadi pengecam dan kerana rahsia kita menjadi pendendam.
~ Aram

Koleksi Ilham Minda | Inspirasi Bahasa 
Sumber Rahsia Jadi Pendiam | Rahsia Jadi Pendendam




Seekor Gagak Dan Sepohon Bahasa | Puisi Sajak | Seni Bahasa

poem art syair Puisi Sajak Seni Bahasa

Sajak Seekor Gagak Dan Sepohon Bahasa  

Oleh Shamsudin Othman

Berbebat luka masa lalu yang tercatat
dalam air mata gemulah Melayuku
dicenuai oleh seekor gagak
yang konon perkasa bersayap sakti
terbang bergegak
berjampi mantera
ke seluruh rimba.

Seekor gagak
di dahan pohon bahasa
bergegak gempita
manis madah seloka
hingga seluruh kawanan mergastua
ralib dan alpa
oleh cerita dalang
di pentas petualang.

Tanpa ribut dan duga
pohon bahasa bergegar
seekor gagak dirundung walang
seorang dalang menjulung wayang
menyihir kata menyusun gerak
di pentas maknawi.

Suatu hari
saat tengkujuh bersemi
sayap si gagak kuyup tak terkepak
pohon bahasa berkocak dipukul ribut
si gagak menjerit ketakutan
sambil menangis terhempas ke bumi.

Sejak tragedi itu
seekor gagak serak bergegak
sepohon bahasa kian harum berbunga
di pentas dalang cerita bermula
sebuah kebenaran terungkap
sebuah perjuangan dan kebenaran
tak bernokhtah akhir.

SHAMSUDIN OTHMAN
Madrasah Sham al-Johori,
Kuala Lumpur.


Sumber: ipuisi




Syair Suara Penyair | Puisi Kahlil Gibran

Syair Suara Penyair Kahlil Gibran

Suara Penyair

Berkah amal soleh tumbuh subur dalam ladang hatiku.

Aku akan menuai gandum dan membahagikannya pada mereka yang lapar.

Jiwaku menyuburkan ladang anggur yang kuperas buahnya dan kuberikan
sarinya pada mereka yang kehausan.

Syurga telah mengisi pelitaku dengan minyaknya dan akan kuletakkan di
jendela.

Agar musafir berkelana di gelap malam menemui jalannya.

Kulakukan semua itu kerana mereka adalah diriku.

Andaikan nasib membelenggu tanganku dan aku tak bisa lagi menuruti hati
nuraniku, maka yang tertinggal dalam hasratku hanyalah : Mati!

Aku seorang penyair, apabila aku tak bisa memberi, akupun tak mau menerima
apa-apa.

Syair: Suara Penyair
Oleh: Kahlil Gibran





Syair Syukur | Khalil Gibran

 Syair Syukur |  Khalil Gibran

Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan

Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada

Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari
Dan sebuah nyanyian kesyukuran terpahat di bibir senyuman


~ Khalil Gibran

Syair Syukur |  Khalil Gibran | Poem | Quote


Syair Syukur oleh Khalil Gibran adalah salah satu koleksi puisi yang tersimpan kemas dan sentiasa disisi. Dalam kehidupan, ketika masa sangat mendesak. Nafas aku sungguh mudah sesak, lalu aku pasti duduk. Aku jadi penat dan mudah mengeluh pula (tunduk). Ketika itulah, Syair Syukur, selalu dengan tiba-tibanya menggosok dadaku lalu aku mula merasakan aku lelaki yang bertuah dan hidup aku sebenarnya indah. Tanpa sedar, aku bangun dan berlalu berlalu.
Satu suara, antara dengar dan tidak.. "Syukur.. Alhamdulillah"





Sajak Janji Demokrasi | A Samad Said | Dataran Merdeka 55

Sajak Janji Demokrasi | A Samad Said | Dataran Merdeka 55

Malam amatlah indah walaupun kalbu masih terdera,
kita terpaksa menyambut senyum demokrasi yang lara.
Dataran Merdeka tak lagi dipupuk gah sejarahnya
kerana tak digalak ia untuk lebih bersejarah.
Kini di mana-mana sajalah Dataran Suara kita!

Angin sejarah yang tulen kini makin berhembus kencang mencanda
panji negara yang berkibar girang dan garang;
dan seragam gelombang kuning
diri kita yang sejati
menghimpun azam dan tekad untuk tulus damai berbakti, menjeritkan:
Janji Demokrasi, ya, Janji Demokrasi!

Kita mulai dihindar untuk mengalir ke Dataran;
di mana sajalah kini kita rai kemerdekaan.
Kita enggan menjadi wira ciplakan di dalam mimpi.
Kita laungkan jerit senyaringnya: "Janji Demokrasi!"
sehinggalah janji itu turut menjeritnya sendiri!

Pak Samad
28 Ogos 2012  Dataran Merdeka



Sajak Janji Demokrasi | A Samad Said | Dataran Merdeka 55
A Samad Said - Janji Demokrasi

Janji Demokrasi sebuah sajak oleh  A. Samad Said. Seperti koleksi-koleksi puisi beliau yang lain. Setiap patah, dalam dan luas hajat puisinya. Adanya Entri ini demi menghargai tokoh juga pejuang negara. Tokoh Sastera Negara, A. Samad Said juangnya bersama tinta dan kata.
Cintailah Bahasa Kebangsaan.

Yang kurik itu kundi, yang merah itu saga,
Yang cantik itu budi, yang indah itu bahasa.

Merakamkan Sajak Janji Demokrasi oleh A. Samad Said. Tiada seinchi pun keluar dari sempadan bahasa. Masih saya teringat satu entri lama dahulu, Teguran A Samad Said. Merupakan entri pertama saya mengenai beliau.






Yang Tertinggal di Aidilfitri 2012

Yang Tertinggal di Aidilfitri 2012




Yang Tertinggal di Aidilfitri

Sejak malam penentu Aidilfitri
Alam dan khalifah menghitung hari
Menanti malam meraikan kemenangan
Berarak mendaki puncak-puncak gunung

Malam ini
Seseorang, tertinggal dihujung barisan
Khalifah naif, kelihatan bingung
Saat hampir mulanya pesta kemenangan

Menoleh-noleh ke belakang
Meraba-raba ia di jalanan
Disini pesta rancak telah bermula
Disana dia mencari-mencari yang hilang

Pulanglah wahai khalifah naif
Kamu mencari apa yang tiada
Sesuatu yang tertinggal di aidilfitri
Matanya berkaca, pulanglah dia.

Tinggalkan malam
Pesta terakhirnya

 ~Kalamdunia
    September 2008






Cinta Aliran Sains | Puisi Cinta Atom

Puisi Cinta Atom merupakan karya Cinta Aliran Sains

Cinta Aliran Sains | Puisi Cinta Atom



Ketika kumampu tunjukkan elektron hati di permukaan
Kau campakkan diriku seolah tak berarti bagimu
Ku cuba bangun diriku seperti bola
Namun kau tetap mengganti diriku dengan yang lain

Rutherford nama kekasih barumu
Menggantikan aku, Thomson yang manis seperti roti kismis
Kau pikir apa istimewanya dia
Tak mampu jelaskan mengapa elektron cintanya tak jatuh ke Inti hatimu

Bukankah lebih baik kau pergi dan mencintaiku lagi
Mengapa kau malah berpindah ke orbit cinta Neils Bohr
Apa istimewanya dia dariku, kulitnya yang bersimbol K, L, M?
Padahal elektron hatinya tak kukuh dan sering tereksitasi

Namun kini setelah kurenungkan
Tak ada gunanya cintaku di persimpangan
Meski kita mirip sifatnya, namun hati kita tetaplah berisotop
Tak mungkin neutral, karena neutron cinta kita berbeza

Biarlah kini kusepi di penitian
Menunggu suatu saat kau akan berisoton denganku
Meski elektron dan proton hati kita berbeda
Namun, neutron hati kita neutral dan tak tergoyahkan





Raja Ali Haji | Gurindam Dua Belas | Fasa IX


Gurindam Dua Belas - Fasa IX

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segala hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.


Gurindam Dua Belas
Gurindam ini hasil tulisan Raja Haji Ali Yang Mashyur.
Dihasilkan pada 23 Rejab 1263 H atau 1847 M, Negeri Riau, Pulau Penyengat.

Sumber dari: seribahasa.com

 ¹³ - Honor & Respect
raimisyazwan signature




Izin Mu


Ruang dan waktu ini.
Terlalu lapang dan semakin luas..
Hingga masa pun terlena.

Terputus diri memutuskan satu keputusan..
Langkah beramaran dan bersyarat.
Berkompromi dengan dunia.

Keizinan Mu untuk saling melengkapi.
Janji Mu apa sahaja saling memerlukan.
Dengan penuh rasa selesa dan ikhlas..

Merayuku keizinan dari Mu
Bersama niat dan matlamat..

Tunjukan diri! Aku!
Bantu lah diri! Aku!
Untuk melihat dunia dengan lebih sempurna. 


20/9/2008  
~ Kalamdunia

 ¹³ - Honor & Respect
raimisyazwan signature




Duri antara Mawar dan Mawar antara Duri | Kisah Mawar Berduri

Mawar Kisah dan Info
Kata-kata Indah dari Sekuntum Mawar Berduri

Ramai mengeluh, kerana diciptakan duri antara mawar
Bukankah lebih baik, kiranya 
Kita bersyukur, kerana diciptanya mawar antara duri






 ¹³ - Honor & Respect
raimisyazwan signature




Padamu Jua | Amir Hamzah

 PADAMU JUA
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu

Kaulah kendi kemerlap
Pelita jendela dimalam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia, selalu

Satu kasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Dimana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa darah dibalik tirai

Kasihku sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu—bukan giliranku
Mati hari—bukan kawanku

~ Amir Hamzah

 ¹³ - Honor & Respect
raimisyazwan signature




GURU: MATA ANAK SERIBU


Wahai guru dan bakal guru :
Dalam matamu kulihat mataku.
Tentu dalam mataku kan tampak matamu.
Pasti kata-kataku padamu kan kembali padaku kerana kita punya arah yang satu.
Dari bulat matamu ku lihat seribu anak melambai sayu.
Semua orang kata itu anakmu.
Anakmu tentu anakku.
Bisakah satu ibu punya anak seribu ? tanya kalbuku.

Wahai guru dan bakal guru :
Lupakah kita ke sini belajar dan mengajar jadi bapa anak seribu
atau kau hanya ingin bergelar seorang guru ?
Kalau hanya itu niat hatimu,
pasti mereka jadi kerbau jadi lembu.

Segera !
Kupaskan saja kulitmu itu :
tampallah dengan seribu kulit buku, garapkan saja fail burukmu itu
gayalah dengan beg Profesor Serba Tahu.


Edit version
Original Author -Ahmad Syaarani ’91-
 ¹³ - Honor & Respect
raimisyazwan signature




Pesan Setelah Hujan



Pesan Setelah Hujan

: lelaki lukaku

ingin sekali aku menjadi pencuri
pencuri air hujan hatimu yang kuyup
menampung setiap tetes dalam gelas kaca

biar kuurai dalam buku catatanku
semua cerita yang menunggu dikisahkan
baju-baju luka yang kau sandang

aku yakin setelah itu
handuk-handuk akan terjejer di tiang jemuran
sehabis mengusap sembab indung kelopak matamu

kemudian kuguratkan ujung pensilku
mengabadikan sebuah penanda baru

: lengkung terbuka ujung bibirmu


¹³ - Honor & Respect

raimisyazwan signature





SEPUCUK SURAT SEDERHANA SEORANG GADIS SUNTI UNTUK AMIN



SEPUCUK SURAT SEDERHANA SEORANG GADIS SUNTI UNTUK AMIN

min, awak tentu tak kenal saya. sama macam saya tak kenal awak
sebelum ini. tapi takdir adalah takdir. dan kita
mula berkenal ketika detik untuk awak (di sini) berakhir.

awak, apa cita-cita awak? ada awak terfikir tentang impian,
masa depan dan khayalan? ya, masa awak terhenyak
dalam kereta dan memecut mencari takdir
yang tercicir di antara garis-garis putih terpisah
dan tengik aspal berembun - ada awak terfikir?

awak. mengapa awak mengambil kereta itu? ah, ya.
itulah, takdir telah memanggil dan naluri mengasak

[bang!]

awak. apa cita2 awak? ada awak terfikir
[bang!] tentang masa depan bila siren bergema
membelah cemas? apakah awak terbayang
risau ibu [bang!] dan resah ayah di sela2 desing
peluru dan hangit asap membakar [bang!]
kusyen memandu?

[bang!]

awak. rehatlah. tenanglah.
tidur dalam lena. bermimpilah
biar langit dan bulan
terus bercerita. lambat
atau cepat, kebenaran pasti
menjelma. selamat jalan
awak.


kalamutiara
shah alam - sungai buloh

¹³ - Honor & Respect

raimisyazwan signature





linkreferral